MOST RECENT

Petani Binaan TNI Panen Perdana


LHOKSUKON - Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol CZI Wakhyono melakukan penan perdana padi kelompok tani binaan TNI di Desa Alue Tingkeum, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (20/4). Padi seluas lima hektare itu merupakan pilot project bakti TNI dibidang pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Dandim meminta seluruh Danramil di Aceh Utara membuat kelompok tani binaan. “Sehingga dari kelompok tani itu, TNI ikut membantu mensejahterakan petani di Aceh Utara,” pinta Dandim.

Menurutnya, hasil panen kelompok tani di Alue Mudem belum begitu memuaskan. “Ke depan, kita harap hasil panennya lebih banyak lagi. Pola tanam dan pemupukannya harus dievaluasi. Sehingga hasil panen mencapai 10 ton per hektare. Kalau saat ini sekitar lima sampai enam ton per hektare,” ujar Dandim.

Selain melakukan panen padi perdana, Dandim juga menyerahkan satu mesin perontok padi bantuan dari Dandrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Deni K Irawan untuk kelompok tani di desa itu. “Mesin perontok padi, bibit padi, dan sejumlah alat pertanian ini harus digunakan dengan baik. Amanah Pak Dandrem, ke depan diharapkan luas areal kelompok tani ini semakin luas,” pungkas Dandim.

Dalam panen perdana itu hadir juga Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Hj Ida Suryana, dan sejumlah kepala dinas di jajaran Pemkab Aceh Utara.(c46)

21.12 | Posted in , | Read More »

Rekonstruksi Pembunuhan Nek Liyah Dihentikan


LHOKSUKON - Keterangan tiga tersangka dalam rekonstruksi pembunuhan Ilyas alias Nek Liyah (67) di Desa Geureughek, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara berbeda dengan isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Akibatnya, rekonstruksi kasus pembunuhan itu yang digelar di desa setempat, Rabu (20/4) sekitar pukul 12.00 WIB terpaksa dihentikan polisi. Ketiga tersangka itu adalah M Amin, Adnan alias Saiful, dan Zulkarnain memberi keterangan yang berbeda satu sama lainnya.

Amatan Serambi, kemarin, M Amin menyebutkan dua tersangka lainnya yakni Adnan dan Zulkarnain ikut mengejar Nek Liyah sampai ke meunasah tempat Nek Liyah dikeroyok massa hingga tewas kemudian jasadnya dibakar. Sedangkan Adnan dan Zulkarnain menyatakan mereka tidak lari ke meunasah, tapi hanya diam di rumah almarhum M Yusuf (tempat dimana Nek Liyah menghitung tiang rumah sebelum dikeroyok massa).

Akibat keterangan yang berbeda tersebut, Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE melalui Kasat Reskrim AKP Suwalto menyebutkan rekonstruksi tersebut terpaksa dihentikan. “Kita baru rekam lima tahapan. Namun, karena keterangan tersangka berbeda, rekonstruksi terpaksa kita hentikan. Ketiga tersangka akan kita periksa lagi dan rekonstruksi berikutnya akan kita lakukan di kemudian hari,” sebut AKP Suwalto yang diamini Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Dahnir di lokasi rekonstruksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nek Liyah dihajar massa hingga tewas, lalu dibakar di pekarangan meunasah Desa Geureughek, Kecamatan Paya Bakong, Minggu (20/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Dia dituding memiliki ilmu hitam dan menyantet warga. Pasalnya, Nek Liyah sempat menghitung tiang rumah milik almarhum M Yusuf. Warga menuding M Yusuf meninggal karena disantet Nek Liyah.

Sedangkan keluarga almarhum Nek Liyah membantah tuduhan tersebut. Menurut keluarganya, Nek Liyah hanya mampu mengobati orang sakit gigi. Polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut yaitu M Amin, Saiful, Zulkarnain, dan satu orang lagi berinisial Jam (40) hingga kini masih diburu polisi.(c46)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.

21.09 | Posted in | Read More »

Tipu Lima Warga, Sanusi Diciduk


LHOKSUKON - Sanusi, (54) warga Sumatera Utara , dicekok Polisi karena dugaan melakukan penipuan berkedok memberi bantuan kredit pada masyarakat. Lelak i paruh bayah asal Desa Gunung Kataran Dusun I, Tebing Tinggi itu ditangkap setelah lima korbannya, Marzuki (58), Saifuddin (48), Basri (40), Adi (35) dan Saifundin (40), semuanya warga Desa Geulumpang Umpung Unoe, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, mengadu ke Polsek Tanah Jambo Aye.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE, melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Mardan P didampingi Kanit Reskrimnya, Brigadir Zunaidi, kepada Serambinews.com, Kamis (7/4/2011) sore, mengungkapkan pihak menangkap tersangka enam hari lalu.

Diungkapkankan, Sanusi masuk kampung-kampung di kecamatan Tanah Jambo Aye, dengan menawarkan bantuan kredit. Caranya, warga yang berminat harus membayar uang pendaftaran sebesar Rp 300.000 per orang serta dilengkapi identitas seperti fotocopy kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). "Warga dijanjikan akan mendapatkan kredit dalam tempo seminggu sebesar Rp 1-Rp 10 juta," kata Kapolsek Tanah Jambo Aye.

Aksi penipuan bermodus tawaran kredit itu sudah dilakukan sejak pertengahan Maret 2011. Sudah lima korban yang melaporkan setelah dijanjikan kredit itu tidak kunjung bisa direalisasi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel Mapolsek Tanah Jambo Aye. (masriadi sambo)

Editor: Ampuh Devayan

05.09 | Posted in | Read More »

Dinas Koperasi Luncurkan Bank Padi


LHOKSUKON – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aceh Utara, Kamis (7/4/2011), meluncurkan program bank padi di Desa Paya Itek, Kecamatan Meurah Mulia. Kegiatan itu dilakukan berbarengan dengan peresmian mesin rice melling unit (RMU) pabrik padi di daerah tersebut.

Kadis Koperasi dan UKM Aceh Utara, M Nasir MP, kepada Serambinews.com, menyebutkan, pabrik padi itu dibangun dengan menggunakan dana otsus tahun 2010 sebesar Rp 423 juta, dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 ton per jam.

“Pabrik ini sekaligus dijadikan bank padi yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Gaya Baru. Nanti, masyarakat bisa menyimpan padinya di pabrik ini. Ketika padi mahal, masyarakat bisa mengambil padinya kembali untuk dijual. Mekanismenya akan diatur lebih rinci oleh KUD. Ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani juga,” sebut M Nasir MP.

Ditambahkan, program bank padi tersebut merupakan satu-satunya di Kabupaten Aceh Utara. Direncanakan, ke depan, pihaknya bisa membangun bank padi di kecamatan lainnya.(masriadi sambo)
--
Editor: ibrahim ajie

05.05 | Posted in , | Read More »

Di Aceh Utara, Hasil Panen Menurun


LHOKSUKON – Hasil panen padi di sejumlah daerah di Kabupaten Aceh Utara tahun ini tidak memuaskan petani. Pasalnya, hasil panen sangat sedikit. Biasanya, hasil panen mencapai 6-7 ton per hektare, saat ini hanya 5,5 – 6 ton per hektare.

Hal itu diungkapkan sejumlah petani di Desa Meunasah Paloh, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, kepada Serambinews.com, Rabu (6/4/2011).

“Hasil panen kali ini kurang bagus. Ini disebabkan, sebelum panen, sempat terkena hama penggerek batang, dan ditambah lagi serangan keong emas,” sebut Syarifah (45) salah seorang petani di desa tersebut.(masriadi sambo)
--
Editor: ibrahim ajie

04.59 | Posted in , | Read More »

Tabrak Sepeda Motor, Satu Tewas


LHOKSUKON – Abdullah (45) Desa Paya Demam, Kecamatan Pante Bidari, tewas setelah sepeda motor yang dikendarai bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Maulidin (13) asal Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (1/4) sore.

Kecelakaan yang terjadi di kawasan Desa Geudumbak, itu Abdullah berboncengan dengan Mukhtar (30) warga Keude Simpang Ulim. Mereka dari arah Keude Langkahan menuju Desa Lueng Angen, namun ketika Desa Geudumbak, dari arah berlawanan, Maulidin yang mengendarai sepeda motor honda fit menabrak mereka.

Kedua pengendara terjungkal, Abdullah terhempas ke badan jalan, hingga kepalanya terbentur dan kaki terjepit.
“Urat kaki Abdullah terputus, dan meneninggal di tempat. Sedangkan Mukhtar hanya uka ringan,” sebut Abdullah Saleh (32) warga Desa Geudumbak kepada Serambinews.com.

Sementara, Maulidin juga mengalami luka berat. Remaja ini terpaksa dibawa ke Puskemas Langkahan karena luka sobek pada bagian kepala, dan kaki. "Korban sudah ditangani medis," ujar Kepala Puskemas Langkahan, dr Jafaruddin.

Sementara sepeda motor kedua korban saat ini diamankan diamankan ke Pos Polantas Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye. (masriadi sambo)

Editor: Ampuh Devayan

01.11 | Posted in | Read More »

Atap Rusak, Aktivitas Kantor PNPM Terganggu


LHOKSUKON - Aktivitas di kantor Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Desa Dayah Seupeng, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara kini terganggu. Pasalnya, saat diterjang angin kencang dua hari lalu, atap kantor itu rusak dan bahkan diterbangkan angin. Selain itu, dua unit printer, satu komputer, serta berkas-berkas kantor rusak parah.

Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Geureudong Pase, Adly (30), kepada Serambi, kemarin, mengatakan, seluruh inventaris kantor kini dibawa ke kantor camata setempat. “Sehingga untuk sementara, aktivitas kantor tak ada. Semua staf bekerja dan membuat laporan dari rumah masing-masing,” ujarnya

Dikatakan, pihaknya berencana untuk menyewa kantor baru. “Namun, karena agak sulit mencari tempat yang baru, untuk sementara kami terpaksa menumpang di kantor camat,” sebut Adly seraya menambahkan pihaknya telah melaporkan kerusakan itu ke kantor PNPM kabupaten dan provinsi. “Semoga, kami segera bisa mendapatkan gedung baru dan bisa beraktivitas kembali,” pungkas Adly.(c46)

01.07 | Posted in | Read More »

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added