Dari Bangunan Kayu Hingga Kubah Biru
04.00 | Posted in Dayah, PASE UPDATE, Sejarah | Read More »
Pengajian Kaum Ibu dan Remaja Putri
03.58 | Posted in Dayah, PASE UPDATE, Sejarah | Read More »
Nikmatnya Dodol dari Pase
SEJUMLAH armada penumpang L-300 terlihat berjejer di depan kios pusat kuliner di Desa Rawang Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, pertengahan Desember lalu. Lokasi ini berada di pinggir jalan Medan-Banda Aceh, tepat di samping Masjid Raya Pase, Pantonlabu, Aceh Utara.Satu-dua penumpang membeli aneka penganan khas Aceh di kios tersebut. Di depan kios berukuran 8 x 4 meter itu terpampang spanduk menerangkan lokasi tersebut merupakan pusat kuliner di Kabupaten Aceh Utara. Lokasi wisata kuliner yang diresmikan pada, 5 Desember 2012 lalu ini, diharapkan akan menjadi ikon baru bagi Kabupaten Aceh Utara, sekaligus ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Sesuai dengan nama dan spanduk yang terpampang di sana, di lokasi itu akan dengan mudah terlihat penganan khas Aceh. Sebut saja keukarah, dodol, bu grieng, haluwa minyeuk, meuseukat, bolu ikan, peyek, kembang loyang, hingga bu bajek pun tersedia di sana.
Bahkan, dodol dimodifikasi menjadi dodol rasa nangka dan dodol rasa durian. Pedagang mengklaim penganan tersebut tanpa bahan pengawet. Penganan andalan lokasi itu adalah aneka jenis dodol.
Dodol-dodol ini dibungkus dalam plastik kecil sebesar jempol orang dewasa. Warnanya terlihat coklat mengkilap. Rasa dodol ini, nikmat sekali. Legit dan tak terlalu manis. Selama ini, dodol paling laris di kawasan itu.
Wakil Bupati Aceh Utara M Jamil, meresmikan lokasi tersebut 5 Desember 2012 lalu. Pusat kuliner juga didirikan di lintas Medan-Banda Aceh, Desa Meunasah Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Untuk sementara, baru satu kios berdiri di sana.
“Saat ini, masyarakat belum ramai mengetahui lokasi penjualan makanan khas Aceh ini. Umumnya per hari hanya laku sekitar Rp 100 ribu. Itu pun dari penumpang L300 yang singgah di tempat ini. Dodol tetap menjadi pilihan utama pembeli,” sebut Salwati, pedagang di pasar kuliner tersebut.
Wanita paruh baya ini menyebutkan aneka kue tersebut diambil dari usaha kecil dan menengah (UKM) di kecamatan tersebut. Nama usaha pembuat kue lihat boks.
Soal harga, jangan khawatir, terbilang ekonomis. Semua jenis dodol dijual dari Rp 30.000-Rp 40.000. Sedangkan bolu, bu grieng, dan penganan lainnya, dijual dari harga Rp 5.000-Rp 12.000 tergantung ukurannya.
Pedagang juga memperhatikan kemasan produk tersebut. “Kami mengemas dalam kotak, sehingga terlihat modern. Kotak ini untuk sementara disediakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Aceh Utara,” terang Salwati didampingi rekannya Dewi Apriani.
Dewi berharap Pemkab Aceh Utara mempromosikan pasar kuliner itu ke berbagai daerah di Aceh. “Salah satu promosinya bisa lewat media massa. Sehingga, masyarakat tahu lokasi ini dan tertarik berkunjung kemari. Jika sudah begitu, kami dan pembuat kue ini juga untung,” harap Dewi.
Nah, bagi Anda yang ingin menikmati penganan tradisional khas Aceh, silahkan berkunjung ke pasar kuliner Aceh Utara. Soal rasa, buktikan sendiri. Pasti nikmat.(c46)
01.47 | Posted in ACEH BISNIS, Feature, PASE UPDATE | Read More »
Mengatasi Kebocoran Uang Negara
03.54 | Posted in OPINI, PASE UPDATE | Read More »
Menikmati Kupi Get One di Lhokseumawe
Cara
meracik kopi ini pun berbeda. Bubuk kopi dimasukkan ke dalam tempat kopi
tersebut, lalu dimasukkan air panas. Ditutup. Bubuk kopi ada dibawahnya. Tunggulah
02.52 | Posted in ACEH BISNIS, PASE UPDATE | Read More »
Jadi Ayah
![]() |
| Masriadi Sambo Junior |
05.32 | Posted in PASE UPDATE, Ucapan | Read More »
Guru Pecinta Seni
AZIZAH sedang duduk di bangku
guru piket SMAN 1 Matangkuli di Desa Blang, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara,
Jumat (4/5). Dia berdiskusi ringan dengan sejumlah guru piket lainnya di
sekolah itu. Ibu dua anak tersebut merupakan salah seorang guru berprestasi di
sekolah itu. Wanita gemar menyanyi ini
dipercaya unit pelaksana teknis dinas (UPTD) Disdikpora Aceh Utara sebagai
pelatih seni untuk guru sekolah dasar (SD) di kecamatan tersebut tahun 2007
lalu.Tugasnya melatih para guru teknis dasar tari dan teknik dasar paduan suara. Sehingga, diharapkan seluruh guru seni tingkat SD di kecamatan tersebut bisa menjadi pelatih untuk sekolahnya masing-masing.
05.10 | Posted in PASE UPDATE, PENDIDIKAN | Read More »
Gemar Sepak Bola Terinspirasi Messi

RIZKIA tersenyum saat memasuki ruang guru MIN Punteut di Desa Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Dia seorang murid berprestasi di madrasah itu. Murid kelas lima ini agak pendiam. Sesekali dia melempar senyum saat menjawab pertanyaan Serambi, kemarin.
“Saya gemar bermain sepak bola. Sepulang sekolah, sore hari saya bersama teman-teman selalu bermain bola,” ujar anak bungsu dari pasangan M Kasem dan Marniah itu. Dia terinspirasi dari penyerang Barcelona Lionel Messi, dan pemain timnas senior Indonesia Bambang Pamungkas. Meski gemar sepak bola, Rizkia enggan menjadi atlet. Dia malah bercita-cita menjadi guru pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “Bola hanya hobi saja,” ujarnya.
Untuk meraih cita-cita itu, Rizkia banyak belajar. Setiap malam dan menjelang magrib, dia selalu belajar seluruh mata pelajaran. Setiap belajar, bocah hitam manis ini selalu didampingi kedua orang tuanya yang juga berprofesi sebagai guru di kecamatan itu.
Prestasi Rizkia di sekolah pun terbilang mencolok, dia meraih rangking satu sejak duduk di kelas satu sampai kelas lima saat ini. Dia juga meraih juara satu lomba matematika se-Kecamatan Syamtalira Bayu. Dia juga pernah meraih juara satu cerdas cermat antarkelas di sekolah tersebut tahun 2010. * masriadi sambo
03.31 | Posted in PASE UPDATE, PENDIDIKAN | Read More »
Juara Fahmi Quran yang Gemar Menyanyi

PAGI itu, Kamis (29/3) Sultini sedang mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) di SMPN 1 Syamtalira Aron yang berlokasi di Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Anak ketiga dari enam bersaudara itu merupakan seorang pelajar berprestasi di sekolah itu. Anak dari pasangan Ismail dan Husna ini pernah meraih juara satu fahmil Quran MTQ Kecamatan Syamtalira Aron pada tahun 2010 dan 2011.
Selain itu, dia juga gemar menyanyi dan membaca puisi. Kegemarannya membaca puisi menghantarkan Tini--panggilan akrab--Sultini meraih juara pertama lomba baca puisi tingkat SMP di kabupaten tersebut. “Saya gemar menyanyi, khususnya lagu pop. Hobi ini akan terus saya kembangkan,” sebut Sultini sambil tersenyum.
Dara cilik ini memiliki multitalenta. Hal tersebut terlihat dari prestasi yang diraihnya datang dari berbagai bidang. Dia juga pernah meraih juara pertama kategori penjelajah Pramuka lintas sekolah di kecamatan tersebut tahun 2010.
Pengetahuannya di bidang agama Islam cukup memadai. Pada lomba cerdas cermat lintas sekolah di kecamatan itu, ia meraih juara satu kategori pelajaran agama Islam. Lalu, apa cita-cita Sultini? “Saya ingin menjadi PNS atau menjadi guru matematika,” ujar Tini.
Prestasi akademik Tini pun semakim membaik. Jika semester awal di kelas satu, dia meraih rangking tujuh, kini menjadi rangking satu. Dia juga semakin tekun belajar menghadapi ujian nasional (UN) pada April mendatang. “Semua prestasi yang saya raih, saya persembahkan untuk orang tua. Ke depan, saya berharap bisa terus berprestasi,” pungkas Tini. * masriadi sambo
01.16 | Posted in PASE UPDATE, PENDIDIKAN | Read More »
Rekam Jejak Talenta Ama

SIANG itu, Rahmatillah baru saja usai mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) di SMAN 1 Lhoksukon, Desa Alue Buket, Kecamatan Lhokskon, Aceh Utara. Wajahnya sumringah dengan senyum simpul yang menghias pipi.
Ama--panggilan akrab Rahmatillah—adalah salah satu siswa berprestasi di sekolah tersebut. Anak ke tujuh dari delapan bersaudara pasangan almarhum Rusli dan Hanifah ini telah mencatat prestasi dalam berbagai even. Dia menggemari kegiatan pramuka. Hasilnya, dia meraih medali emas kategori lomba lari estafet dalam jambore pramuka Asia Tenggara, Cibubur, Jakarta 2008 lalu. Dua tahun kemudian, dia menjadi salah satu kontingen Indonesia untuk mengikuti jambore pramuka Asia Pacifik International di Filiphina.
Gadis ini mahir berbahasa Inggris. Lalu, tahun lalu, dia meraih juara harapan tiga debat bahasa Inggris Se-Aceh. Tidak puas sampai disitu, dia juga pernah meraih juara tiga tartil Quran MTQ Al Muslimun, Lhoksukon, 2007 lalu.
Lalu, apa cita-cita Ama? “Saya ingin jadi dosen bahasa Inggris. Ingin kuliah, lalu cepat dapat kerja, dan gaji saya bisa membantu ibu. Pokoknya, saya ingin ibu saya bangga,” sebut gadis ini.
Usai jam belajar, akhir-akhir ini Ama tak langsung pulang ke rumah. Dia bertahan di sekolah sampai jadwal les tambahan tiba. Sepulang les, Ama membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci, masak dan lain sebagainya. Pada malam hari, gadis ini sibuk mengaji. “Usai mengaji, saya baru belajar. Saya harap bisa lulus UN. Saya sudah ajukan permohonan beasiswa etos, beasiswa khusus untuk pelajar kurang mampu di Kemendiknas RI. Semoga saja beasiswa itu keluar, dan saya bisa mulus kuliah,” pungkas Ama. (masriadi sambo)
siapa ama?
Nama : Rahmatillah
Lahir : Lhoksukon / 7 Juni 1993
Orangtua : Alm Rusli / Hanifah
Alamat : Desa Dayah, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara
Prestasi :
- Juara harapan tiga, lomba debat bahasa Inggris di Banda Aceh, 2011
- Peraih medali emas, Jambore Asia Tenggara di Cibubur, Jakarta, 2008
- Peserta Jambore Asia Pacifik International, di Filiphina, 2007
- Juara III, Tartil Quran, MTQ Al Muslimun Lhoksukon, Aceh Utara, 2007
21.21 | Posted in PASE UPDATE, PENDIDIKAN | Read More »
Belajar dari Dakwah di Televisi

PAGI itu, Putri Humaira sedang bermain di taman bunga SDN 1 Syamtalira Bayu, di Desa Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Dia bersama teman-temannya berlari-lari kecil. Dialah seorang murid berprestasi di sekolah tersebut. Anak kedua pasangan Tarmizi dan Warnidah ini mahir berpidato.
Kegemarannya berpidato terinspirasi dari sejumlah tayangan dakwah yang disiarkan sejumlah televisi swasta. “Setelah subuh, hampir semua televisi menayangkan dakwah. Saya suka sekali melihat dakwah itu. Kayaknya, jadi pendakwah enak. Saya belajar berpidato dipandu ibu,” sebut Putri sambil tersenyum malu.
Ditambahkan, untuk materi pidato yang disampaikan ia memilih materi yang ringan dan mudah diingat. Misalnya, materi tentang menghormati orang tua dan guru. Kerap kali gadis cilik ini juga mengutip ayat-ayat Quran. Kegemaran berpidato itu menghantarkannya menjadi juara dua pidato tingkat Kabupaten Aceh Utara tahun 2010 dan 2011. Dia juga meraih juara dua lomba pidato di dayah Darul Muridhin, tempat ia menimba ilmu agama selama ini.
Putri juga meraih juara dua lomba olimpiade bidang studi matematika tingkat UPTD Syamtalira Bayu, dan tingkat Kabupaten Aceh Utara tahun 2011. Lalu, apa cita-cita Putri? “Saya ingin menjadi guru. Guru juga bisa berpidato tiap hari di kelas,” ujarnya polos. Kini, dia terus belajar. Memperdalam pengetahuan agama dan pengetahuan akademik. Niatnya mulia yaitu menjadi guru untuk mencerdaskan anak bangsa. Semoga! * masriadi sambo
siapa putri?
- Nama: Putri Humaira
- Lahir: Beunot, 20 Juli 2000
- Orang tua: Tarmizi dan Warnidah
- Alamat: Desa Bungong, Syamtalira Bayu, Aceh Utara
- Prestasi:
juara II lomba pidato tingkat Aceh Utara tahun 2010, juara II lomba matematika tingkat Aceh Utara (2011), juara II lomba matematika tingkat UPTD Dinas Pendidikan Syamtalira Bayu (2011), juara II lomba pidato Dayah Darul Muridhin Desa Beunot Bayu Aceh Utara (2011), juara II lomba pidato tingkat Aceh Utara di Lhokseumawe (2011)
00.24 | Posted in PASE UPDATE, PENDIDIKAN | Read More »
Tingkatkan Prestasi Menuju RSBI

PELAJAR SMPN 1 Matangkuli, Aceh Utara, berhamburan ke luar ruang kelas ketika bel tanda jam pelajaran berakhir berbunyi. Mereka pun berduyun-duyun menuju area parkir mengambil sepeda dan sepeda motor untuk pulang ke rumah. Ada pula pelajar yang pulang berjalan kaki. Sekolah itu didirikan tahun 1981. Pelajar sekolah tersebut berasal dari berbagai penjuru Indonesia.
Kepala SMPN 1 Matangkuli, M Ali SPd, menyebutkan, sekolah tersebut kini memiliki 842 murid dengan 24 ruang kelas. “Kami terakreditasi dengan nilai A di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejak tiga tahun lalu, sekolah ini resmi berstatus sekolah standar nasional,” ujarnya.
Dikatakan, seluruh guru di sekolah itu sekarang telah menguasai program pembelajaran aktif, kreatif, afektif dan menyenangkan (Pakem). Menurutnya, untuk mendukung proses belajar yang baik, sekolah itu telah memiliki laboratorium bahasa, IPA, multimedia, dan perpustakaan yang memadai.
“Pelajar kami ajak berdialog ringan. Kita anggap mereka mitra, sehingga proses belajar-mengajar menjadi menyenangkan. Pelajar juga tidak bosan dengan ceramah dan tugas yang diberikan guru. Hasilnya, selama ini pelajar sekolah kami selalu lulus 100 persen pada ujian nasional,” sebut M Ali.
Ditambahkan, kini dirinya dan seluruh guru di sekolah itu terus bekerja sama mengembangkan pola pembelajaran yang lebih baik. Sehingga, belajar di sekolah itu selalu menyenangkan. “Harapan kami, status sekolah kami bisa ditingkatkan dari sekolah standar nasional (SSN) menuju rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Namun, perjuangan ke arah itu butuh dukungan semua lapisan masyarakat,” pungkas M Ali. * masriadi sambo
04.53 | Posted in PASE UPDATE, PENDIDIKAN | Read More »
Juara Olimpiade yang Gemar Tenis Meja

SIANG itu, Rozzana baru saja mengikuti proses belajar mengajar di kelasnya. Dia bersama teman berhamburan ke luar ruangan saat bel tanda pulang sekolah berbunyi. Roza--panggilan akrab Rozzana--salah satu murid berprestasi di SMPN 1 Matangkuli yang berlokasi di Desa Punti, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Gadis ini terbilang pendiam. Dia gemar mempelajari matematika.
Bagi sebagian orang, matematika adalah pelajaran menjengkelkan. Namun tidak bagi Roza. “Intinya bagaimana memahami rumus saja. Jika sudah paham rumusnya, matematika itu sangat menyenangkan. Saya mencoba memahami rumusnya dulu, sehingga semua soal matematika saya anggap mudah,” ujar Roza.
Kegemaran mempelajari matematika menghantarkan Roza menjadi juara olimpiade mata pelajaran matematika tingkat Kecamatan Matangkuli tahun 2011. Lalu, ketika mengikuti lomba sejenis tingkat Kabupaten Aceh Utara, anak bungsu dari pasangan Abubakar dan Halimah ini pun meraih juara satu.
“Saat bertanding di tingkat provinsi saya gagal. Bagi saya tak masalah gagal di tingkat provinsi. Kegagalan itu sebagai pertandah bahwa saya harus belajar sebanyak-banyaknya,” ujar wanita yang bercita-cita menjadi guru matematika ini. Prestasi akademik gadis bertubuh kecil ini pun luar biasa. “Kelas satu dan dua saya selalu ranking satu di kelas. Hanya semester pertama kelas tiga saya mendapatkan rangking dua,” sebutnya. Selain itu, Roza juga meraih prestasi di bidang tenis meja.
Setelah pulang sekolah, dia juga mengikuti les matematika yang diadakan di sekolah tersebut. Malam hari, dia mengaji di salah satu balai pengajian di Desa Lambu, Kecamatan Matangkuli. Dia terus menekuni pelajaran matematika dan menoreh prestasi di bidang itu. Semoga, Roza kelak menjadi guru sesuai cita-citanya. * masriadi sambo
04.47 | Posted in PASE UPDATE, PENDIDIKAN | Read More »
Palang Merah Remaja

KEGIATAN Palang Merah Remaja (PMR) merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler (eskul) yang paling digemari pelajar SMPN 1 Matangkuli, Aceh Utara. Selain itu, di sekolah tersebut juga ada eskul seperti pramuka, drumband, kelompok tari, dan pelatihan alat musik.
“Khusus untuk pelatihan alat musik, kami hanya mengajarkan gitar, dan keyboard karena hanya dua alat musik itu yang kami miliki. Pelatihnya, kita ambil dari luar sekolah,” jelas Kepala SMPN 1 Matangkuli, M Ali SPd.
Untuk kegiatan eksktrakurikuler lain, menurutnya, langsung dilatih guru yang memiliki kemampuan di bidang tersebut. “Misalnya, guru yang bisa menari, maka guru itu akan melatih tari. Setiap kelompok menggelar latihan dua kali seminggu. Waktunya disesuaikan antara pelatih dan murid,” ujar M Ali.
Ditambahkan, tiap tahun ajaran baru pihaknya membuka pendaftaran untuk seluruh bidang kegiatan ekstrakurikuler. Pelajar bisa memilih sendiri kegiatan mana yang diminati. “Mereka bebas memilih. Harapan kita, ketika pelajar suka dengan bidang tertentu, maka pelatih akan mudah mengembangkan bakatnya. Sehingga, hasilnya bisa maksimal,” timpalnya.
Kini, tambahnya, sekolah itu terus berbenah. Berupaya mengembangkan minat dan bakat muridnya. Guru di sekolah itu berharap pelajar SMPN 1 Matangkuli bukan hanya memiliki kemampuan bidang akademik, namun juga bisa mengembangkan bakatnya. “Semoga, ke depan sekolah ini semakin berkembang dan alumnus kami bisa lolos ke sekolah favorit di berbagai daerah,” pungkas M Ali. * masriadi sambo
04.42 | Posted in PASE UPDATE, PENDIDIKAN | Read More »
Dokter Cilik Ingin Jadi Dokter Ahli

GADIS cilik itu sedang belajar di ruang kelasnya. Tak lama kemudian, bel tanda istirahat berbunyi. Dia pun bermain bersama teman-temannya. Itulah Hayati Kautsarah.
Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Maimun dan Selmi ini telah mengukir sejumlah prestasi. Dia meraih juara satu dokter cilik se-Aceh tahun 2009. Selain itu, dia juga meraih juara dua lomba kaligrafi se-Aceh Utara tahun 2008. Kemudian, dara yang gemar mengikuti drumband ini meraih juara tiga, kategori gita pati drumband se-Aceh. Prestasi akademik Hayati pun sangat baik.
Sejak kelas satu sampai kelas enam saat ini, dia meraih rangking satu. Lalu, apa cita-cita Hayati? “Saya ingin jadi dokter spesialis anak,” ujar Hayati. Selain ingin menjadi dokter spesialis anak, Hayati juga ingin melanjutkan pendidikan di pesantren modern. Dia ingin memperdalam pengetahuan bahasa Inggris dan ilmu agama secara bersamaan.
“Sekarang saya les bahasa Inggris di rumah. Selain itu ingin masuk pesantren juga. Setamat MIN, ayah saya berjanji akan memasukkan saya di Pesantren Modern Bustanul Ulum Langsa,” ujarnya. Selain itu, setiap malam Hayati belajar mengaji di salah satu balai pengajian di desanya. “Saya belajarnya setelah selesai mengaji. Pokoknya saya harus banyak membaca, dari Koran sampai buku pelajaran. Biar pengetahuan saya bertambah banyak,” jelasnya.
Hayati terus belajar. Angannya melambung, ingin menjadi dokter spesialis anak. Bisa membantu menyembuhkan penyakit anak-anak di Indonesia, tentu sebuah cita-cita yang mulia. Semoga! * masriadi sambo
04.24 | Posted in PASE UPDATE, PENDIDIKAN | Read More »



