MOST RECENT

Lagi, 2 Ton Kayu Ilegal Diamankan


LHOKSUKON - Polres Aceh Utara, Kamis (21/4) sekitar pukul 07.00 WIB kembali menemukan dua ton kayu ilegal di kawasan Desa Kunyet Mule, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Kayu jenis merbo dan damar itu ditemukan dipinggir jalan desa setempat. Polisi menduga, kayu itu akan diangkut menggunakan truk. Namun, sebelum diangkut polisi lebih dulu datang ke lokasi dan pemilik kayu melarikan diri. Tiga hari lalu, polisi juga menangkan dua ton kayu jenis damar dan merbo di Langkahan, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE, melalui Kasat Reskrim AKP Suwalto didampingi Kasubbag Humasnya, Ipda Zam Zami A, kemarin, menyatakan, pihaknya terus menyelidiki pemilik kayu itu. “Kami harap, masyarakat mau bekerja sama dengan pihaknya untuk menangkap pelaku penebangan liar di kawasan hutan Aceh Utara,” pungkas AKP Suwalto.(c46)

22.50 | Posted in | Read More »

Warga Keude Bayu Terganggu Gerombolan Sapi


LHOKSUKON - Warga di Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, mengeluhkan gerombolan sapi yang setiap harinya berkeliaran di pusat pasar kecamatan. Warga meminta pihak Muspika dan Pemkab untuk menertibkan ternak yang dirasa sudah sangat mengganggu aktivitas dan lalu lintas di lintas jalan nasional, Banda Aceh-Medan.

Amatan Serambi Sabtu (23/4), segerombolan sapi berada di ruas jalan lintas Medan-Banda Aceh, persinya di Desa Keude Bayu. Ketika ada kendaraan melintas, sapi itu lari tak beraturan.

Bahkan, seekor sapi terlihat menubruk hingga jatuh seorang pengendara sepeda motor. Untungnya dia hanya mengalami luka ringan. ”Saya hanya luka ringan. Sedikit lecet di kaki dan tangan,” sebut warga bernama M Yasin (45) asal Desa Asan, Kecamatan Lhoksukon.

Sejumlah warga di lokasi meminta agar Pemkab Aceh Utara menurunkan petugas untuk menertibkan hewan ternak di kawasan tersebut. ”Kami harap, pemerintah menertibkan hewan liar di daerah ini. Jangan sampai ada korban jiwa, baru dilakukan penertiban,” pungkas Maimun Ibrahim (28) warga setempat.(c46)

22.48 | Posted in | Read More »

Malek Mahmud Silaturahmi dengan Warga Panton


LHOKSUKON - Mantan Petinggi politik GAM, Malik Mahmud bersama dr Zaini Abdullah dan rombongan petinggi Partai Aceh dan KPA Wilayah Pase, Minggu (24/4) mengadakan silaturahmi dengan warga dan pengurus Masjid Raya Pase Panton di Desa Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Dalam silaturahmi itu, Meuntroe Malik terlihat sangat mengagumi keindahan Masjid Raya Pase terutama menyangkut arsitekturnya. “Kalau masyarakat sejahtera, mereka akan banyak menyedekahkan hartanya untuk pembangunan masjid,” ujar Malik.

Karena itu, ia berharap ke depan pembangunan ekonomi rakyat harus menjadi fokus Pemerintah Aceh. Pada kesempatan itu, Malik Mahmud juga mengimbau seluruh masyarakat Aceh secara bersama-sama untuk terus menjaga perdamaian seperti yang telah berlangsung selama ini di Aceh.

Sementara seorang pengurus masjid itu Abdullah, didampingi imam masjid Tgk Abdul Wahab, menyatakan pembangunan masjid itu dilakukan sejak 14 tahun lalu. “Umumnya, dana membangun masjid ini bersumber dari sumbangan masyarakat. Sampai kini pembangunan terus berlanjut, masih butuh waktu untuk menyelesaikan seluruh pembangunan masjid ini, karena dana yang terbatas,” ujar Abdullah.(c46)

22.43 | Posted in | Read More »

OISCA Bantu Industri Kecil di Aceh


LHOKSUKON - Organization for Industrial, Spiritual, and Cultural Advancement (OISCA) International, sebuah lembaga nirlaba dari Jepang, menyatakan, komitmennya membantu industri kecil dan menengah di Aceh.

Hal itu diungkapkan Presiden OISCA International, DR Yushiko Nakano, dalam kunjungannya ke sejumlah usaha peternakan ayam potong dan ayam petelur, di Desa Matang Payang, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Selasa (26/4/2011).

“Kami salut dengan industri kecil di Aceh. Pascatsunami kami membantu mendirikan usaha peternakan, pakan ternak, penyulingan minyak nilam dan lain sebagainya di seluruh Aceh. Kedatangan saya hari ini, ingin melihat langsung perkembangannya. Kami siap membantu untuk masa mendatang, perkembangan industri yang sudah ada, saya lihat sangat bagus,” ungkap Yushiko didampingi Ketua Alumni OISCA di Aceh, Khaidir Abdurrahman.(masriadi sambo)
--
Editor: ibrahim ajie

22.42 | Posted in , | Read More »

Mesum, Pengangguran Ditangkap


LHOKSUKON - Seorang pengangguran, Hendra Gunawan (21) warga Desa Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Senin (25/4/2011) sore, ditangkap polisi, di rumahnya. Lajang tersebut ditangkap karena memesumi seorang gadis ABG, NJ (16), asal Kecamatan Baktiya Barat, akhir Januari lalu, di sebuah rumah kosong, di Desa Singgah Mata.

Kasus ini baru terungkap, setelah ayah kandung NJ, melaporkan Hendra ke Mapolres Aceh Utara, 21 Februari 2011 lalu.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE, melalui Kasat Reskrim, AKP Suwalto, didampingi Kasubbag Humasnya, Ipda Zam Zami A, Selasa (26/4/2011), mengatakan, awalnya penyidik di unit perlindungan perempuan dan anak (PPA), telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka sebanyak dua kali. Namun panggilan itu tak diindahkan. “Terakhir kami lakukan penangkapan dan tersangka kini mendekam di Sel Sat Reskrim Polres Aceh Utara,” sebut AKP Suwalto.

Ketika diperiksa penyidik, Hendra mengakui perbuatannya. “Dia mengaku perbuatannya hanya sekali. Kini, pemeriksaan terus kita lakukan secara intensif,” pungkas AKP Suwalto.(masriadi sambo)
--
Editor: ibrahim ajie

22.37 | Posted in | Read More »

Direktur Beki Motor Dipolisikan


LHOKSUKON Direktur Beki Motor, Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Jamaluddin Ramli (41) dilaporkan ke polisi. Warga Desa Ranto, Kecamatan Lhoksukon itu, dituding melakukan penggelapan cicilan kredit sepeda motor (sepmor), hingga merugikan puluhan korban.

Skuad Reskrim Polres Aceh Utara yang bergerak cepat akhirnya berhasil menciduk tersangka, dalam sebuah penggerebekan di kantin Hotel Anggrek, Medan, Sumatera Utara, Minggu (24/4) lalu.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE, melalui Waka Polres Aceh Utara, Kompol Sigit Ali Ismanto, Kamis (28/4) kemarin merincikan, awalnya 18 April lalu, sekitar 40 konsumen Beki Motor Lhoksukon, melapor ke polisi yang intinya mereka mengaku ditipu oleh Jamaluddin Ramli.

Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan, namun tersangka yang lebih licin, ternyata sudah berada di Medan, Sumatera Utara. “Lalu, kita perintahkan Kanit Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bripka Rustam untuk memburu tersangka di Medan dan berhasil menangkapnya,” sebut Kompol Sigit.

Ditambahkan, modus penipuan adalah, para korban membeli sepeda motor secara kredit bekerjasama dengan PT Adira Finance. “Lalu, tersangka mengkreditkan sepmor itu pada nasabah dengan ketentuan harus membayar uang muka. Namun, uang muka itu ternyata tidak disetor penuh ke Adira Finance. Hanya disetor setengah saja, sehingga nasabah tetap menunggak,” ungkap Kompol Sigit sembari menambahkan Adira Finance telah mengeluarkan 200 unit Sepmor ke Beki Motor sejak Mei 2010.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, Jamaluddin terpaksa mendekam di sel Sat Reskrim Polres Aceh Utara. Polisi sudah memeriksa sepuluh saksi. “Besar kemungkinan konsumen yang merasa ditipu semakin bertambah. Karena, jumlah sepmor yang beredar 200 unit, mana tau jumlah konsumen yang ditipu lebih besar lagi. Kita terus lakukan pemeriksaan secara intensif,” pungkas Kompol Sigit.(c46)

22.34 | Posted in | Read More »

Nelayan Diminta Jauhi Area Pengeboran Lepas Pantai


LHOKSUKON - Nelayan diminta untuk menjauhi daerah pengeboran lepas pantai milik ExxonMobil di kawasan perairan Aceh Utara. Pasalnya, dua minggu lalu di perairan Kecamatan Dewantara dan Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, ada nelayan yang mengambil ikan di kawasan pengeboran lepas pantai tersebut.

Hal itu disampaikan Humas ExxonMobil Area Operasi Aceh, Armia Ramli dan bagian pengeboran lepas pantai ExxonMobil, Ahmad Nurdin pada sosialisasi pengeboran lepas pantai di aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara, Kamis (28/4).

“Di lokasi pengeboran lepas pantai itu terdapat gas, belerang dan gas beracun hydrogen sulfide (H2S). Sewaktu-waktu gas itu bisa bocor dan kawasan itu areal terlarang bagi nelayan. Jadi, harap nelayan tidak mengambil ikan di areal terlarang itu. Ini untuk keselamatan kita bersama juga,” sebut Armia Ramli dan Ahmad Nurdin.

Ditambahkan lokasi pengeboran lepas pantai dijaga ketat oleh satuan pengamanan ExxonMobil. “Sekitar areal pengeboran lepas pantai dipasang pelampung sebagai tanda daerah terlarang. Nanti, kita buat lagi tanda khusus, agar nelayan bisa melihat bahwa areal itu terlarang,” sebut Armia sembari menyebutkan pengeboran lepas pantai itu dimulai sejak tahun 1999.

Sementara Kadis DKP Aceh Utara, Mukhlis, meminta agar ExxonMobil menyosialisasi hal tersebut secara berkelanjutan kepada nelayan. Sehingga, nelayan bisa mengerti tentang kawasan pengeboran lepas pantai milik ExxonMobil itu.(c46)

22.30 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added