MOST RECENT

|

Kadin Kembangkan Penggemukkan Sapi

Aceh Utara, [AER] - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Utara mengembangkan penggemukan sapi di Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Pengembangan agribisnis itu didasari atas potensi peternakan yang memadai di kabupaten tersebut. “Dahulu Aceh dikenal sebagai pensuplai sapi untuk sumatera dan sebagian Indonesia. Makanya, sekarang kita ingin kembalikan kejayaan itu kembali,” ujar Basri Yusuf, Ketua Kadin Aceh Utara, Jum’at (18/4).

Penggemukan sapi tersebut diberi nama program pengembangan pertanian terpadu. Program itu, sebut Basri, sudah direncanakan beberapa waktu lalu. Namun, karena ketiadaan modal maka program itu ditunda oleh pihaknya. Saat ini, sedikitnya 80 ekor sapi dan kerbau digemukkan di daerah tersebut.

Pusat pengembangan pertanian terpadu itu diresmikan oleh Bupati Aceh Utara, Ilyas A.Hamid, Rabu (16/4) lalu. Ilyas A. Hamid, menyebutkan sangat mendukung program tersebut. “Saya harap semua camat dilingkungan Pemerintah Aceh Utara mengikuti jejak pengembangan pertanian terpadu ini,” ujarnya ketika meresmikan acara tersebut. Basri mengungkapkan, di lokasi pertanian terpadu tersebut direncanakan juga dikembangkan lahan perkebunan jagung.

“Jadi kotoran sapi bisa untuk pupuk jagung. Dan, limbah jagung bisa untuk pakan sapi-sapi ini,” ujarnya. Inilah yang disebut Basri,sebagai usaha agribisnis yang menjanjikan di Aceh Utara.

Namun, karena masyarakat pemilik lahan persawahan tidak memberikan izin, maka untuk mengembangkan jagung dipindahkan ke Kecamatan Muara Batu seluas 30 hektare. Saat ini, untuk Indoneseia, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai penghasil sapi terbesar. Daging sapi dari propinsi tersebut dijual keseluruh propinsi di Indonesia, termasuk Aceh. Untuk menutupi kebutuhan nasional, Indonesia masih mengimpor daging sapi sebanyak 400 ribu kilogram per tahun dari Australia.

Tingkat konsumsi masyarakat Aceh saat ini terbilang masih rendah. Data dari Dinas Peternakan Aceh Utara menyebutkan, hanya 12.000 ekor sapi yang dikonsumsi setiap tahun di Aceh Utara. “Kita yakin, dengan begini Aceh akan kembali menjadi lumbung ternak seperti zaman dulu,” sebut Basri optimis. Pengembangan pusat pertanian terpadu itu didukung oleh Bank Indonesia, Bank BPD Aceh Cabang Lhokseumawe serta Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syah Kuala, Banda Aceh.

Basri menyebutkan, setiap masyarakat dapat menitipkan ternaknya di lokasi penggemukkan sapi tersebut. Syaratnya harus dilakukan secara berkelompok. [Masriadi Sambo]

Publis Oleh Dimas Sambo on 08.32. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Kadin Kembangkan Penggemukkan Sapi"

Posting Komentar

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added