MOST RECENT

|

Granat Meledak, Bom Ditemukan

Aceh Utara, acehmagazine.com
Satu granat manggis buatan Korea dilempar oleh orang tak dikenal di deretan pertokoan Pasar Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Rabu malam, (7/5). Kejadian itu diperkirakan sekitar pukul pukul 24.00 wib. Dua warga mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut. Puluhan ruko dan satu unit mobil box milik salah seorang pedagang terkena serpihan ledakan granat itu. Masih di kecamatan yang sama, Kamis (8/5) aparat keamanan kembali menemukan bom rakitan.Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Ricky Purnama Kertapati mengatakan belum dapat memastikan motif insiden tersebut. “Kita belum bisa memastikan adanya indikasi teror untuk pemilik toko atau hanya unutk mengganggu keamanan saja,” ujarnya. Kasat Ricky menyebutkan sampai saat ini pihaknya sedang memintai keterangan beberapa saksi dari insiden tersebut.

Informasi dari kepolisian menyebutkan, kedua korban cedera akibat ledakan itu Ilyas (34), pedagang mie goreng dan Junaidi (23), warga Pasar Krueng Geukuh, Aceh Utara. Saat ini korban dirawat intensif di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe. Kaki kedua korban luka-luka akibat terkena serpihan ledakan.
Kasatreskrim mengatakan, ledakan tersebut tepat di depan toko penjual sepeda milik Hamdani (54). Pihak kepolisian dan tim Penjinak Bom (JIBOM) dari Satuan Brimob Kompi 4 Jeulikat, Lhokseumawe melakukan olah lokasi kejadian perkara. Hasilnya ditemukan beberapa barang bukti berupa gagang pemicu granat dan sejumlah serpihannya.


“Ada kemungkinan granat dilempar dari arah lorong yang berada 10 meter dari ruko, namun ada juga kesaksian masyarakat, sesaat sebelum kejadian sebuah Honda Supra yang dikendarai oleh dua orang melintas di lokasi kejadian. Ini masih dugaan sementara,” ungkap Ricky. Dia menyebutkan, pihak kepolisian terus melacak pelaku peledakan itu.


Sementara, Hamdani pemilik toko menyebutkan pada saat kejadian, dia sedang dalam perjalan pulang dari Kota Beureunuen, Kabupaten Pidie menuju ke Krueng Geukuh. Dia mengaku tidak memiliki permasalahan dengan pihak manapun dan tidak tahu asal ledakan granat tersebut. “Saya tidak tahu ledakan granat itu darimana. Saat itu, istri dan ketiga anak saya sedang tidur dan sempat terkejut mendengar ledakan,” cerita Hamdani.


Bom konflik
Aparat kepolisian kembali menemukan bom peninggalan masa konflik. Kali ini, bom rakitan yang diperkirakan seberat tiga kilogram ditemukan di Desa Pulo Gading, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (8/5). “Awalnya kita dapat informasi dari masyarakat. Lalu kita tindaklanjuti dan bomnya ketemu,” ujar Wakil satuan penjinak bom, Brimob, Kompi 4 Jeulikat, Lhokseumawe, Ipda Usman kepada sejumlah wartawan.

Dia menyebutkan setelah diteliti ternyata bom tersebut sudah meledak dan tidak aktif lagi. Bom yang dimaksud berdiameter 40 cm dengan panjang satu meter. “Bom ini sudah meledak dulu, sisa potongan bom sudah kita amankan,” sebut Usman.Dia menghimbau agar masyarakat mau memberikan informasi kepada aparat kepolisian atau langsung pada pihaknya bila menemukan benda-benda mencurigakan. Dia menilai benda peninggalan konflik seperti bom dan granat harus segera dibersihkan karena sangat membahayakan jiwa masyarakat. “Informasi ini sangat perlu untuk menghindari jatuhnya korban jiwa,” sebut Usman. [M.Sambo]

Publis Oleh Dimas Sambo on 18.21. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Granat Meledak, Bom Ditemukan"

Posting Komentar

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added