MOST RECENT

|

Korban Insiden KKA Tak Lelah Minta Keadilan

Aceh Utara, acehmagazine.com
Hari ini, Sabtu (3/5) ratusan masyarakat korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Simpang KKA sembilan tahun lalu berkumpul di daerah itu. Mereka melakukan do’a bersama. Menyampaikan gugatan moral terhadap pemerintah yang hingga kini belum mengusut tuntas kekerasan yang terjadi sembilan tahun lalu itu. “Saya ingin keadilan terwujud di Aceh. Saya harap, generasi mendatang jangan semena-mena dengan kaum lemah,” ujar Fauziah Ibrahim, orang tua almarhum Saddam Husein (8) kepada sejumlah wartawan, Sabtu (3/5).



Saddam Husein, adalah salah satu korban terkena peluru dan meninggal dunia ketika insiden itu terjadi. Ibunya, Fauziah, berharap sampai kapanpun keadilan untuk putra semata wayangnya itu akan terwujud. Hal senada juga disebutkan, Anwar Fauzi, korban lainnya juga menyebutkan hal yang sama. “Saya harap, keadilan. Sampai saat ini, kasus Simpang KKA belum ada respon yang baik dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Korban HAM Aceh Utara, Murtala menyebutkan, sampai saat ini belum ada kejelasan nasib korban HAM di daerah tersebut. “Kami tidak akan pernah bisa melupakan insiden tragis dan sadis itu. Tapi, ironisnya, tidak ada upaya pemerintah untuk menyelesaikan tragedyi tersebut dan memberikan keadilan pada korban,” pungkas Murtala.

Pria berkumis tebal itu menyebutkan, pihaknya prihatin hingga hari ini Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) belum terbentuk. Padahal, dalam undang-undang pemerintahan Aceh disebutkan, KKR dapat dibentuk setelah satu tahun UUPA disahkan. “Tapi, mana sampai sekarang belum ada KKR. Apakah pemerintah takut akan kebenaran? Apakah pemerintah menganggao tidak penting keadilan bagi korban HAM?,” ujar Murtala penuh tanya.

Mereka meminta nagar Pemerintah Aceh segera membentuk KKR dan Pengadilan HAM di Aceh, membayar ganti rugi atas penderitaan yang dialami korban insiden 3 Mei itu dan memberikan beasiswa bagi anak-anak korban. Selain itu, sebut Murtala, untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat tahun 2008, mereka berharap agar Pemerintah Aceh Utara memprioritaskan kalangan korban HAM simpang KKA dan korban pelanggaran di daerah lainnya dalam kabupaten itu.

“Kami juga meminta agar Gubernur dan Bupati Aceh Utara menetapkan tanggal 3 Mei dijadikan hari berkabung Aceh. Caranya dengan menghentikan aktifitas sejak pukul 11.00 wib sampai 14.00 wib,” pinta Murtala. Dia juga mengimbau agar seluruh masyarakat membangun solidaritas untuk membantu pemulihan keluarga korban pelanggaran HAM di Aceh Utara. [M.Sambo]

Publis Oleh Dimas Sambo on 05.37. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Korban Insiden KKA Tak Lelah Minta Keadilan"

Posting Komentar

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added